Bupati Markus Sebut Nilai Universal Isra Mi’raj Adalah Fondasi Pembangunan Bangka Barat

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026

foto oleh: Dian

Mentok, Diskominfo Bangka Barat – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 sebagai momentum sakral untuk memperkuat nilai keimanan serta mempererat persatuan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jumat (30/1) ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Barat, Markus, bersama jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, dan ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Bupati Markus menegaskan bahwa Isra Mi’raj tidak boleh sekadar dimaknai sebagai peringatan historis tahunan. Menurutnya, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW tersebut mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun karakter bangsa, terutama dalam aspek kedisiplinan, akhlak mulia, dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj bersifat universal dan dapat menjadi pedoman bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang perbedaan latar belakang agama, suku, maupun budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peringatan hari besar keagamaan seperti ini memiliki peran strategis dalam merawat kerukunan umat beragama. Di tengah keberagaman Bangka Barat, Bupati Markus berharap semangat Isra Mi’raj dapat memperkuat harmoni sosial dan memastikan stabilitas daerah tetap terjaga, sehingga program pembangunan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan konflik sosial.

Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai role model dalam bekerja dan bermasyarakat. Menurutnya, integritas dan semangat persatuan merupakan modal utama yang harus dimiliki setiap individu.

“Nilai kejujuran, kerja keras, kepedulian sosial, dan semangat persatuan yang bersumber dari ajaran agama merupakan modal utama dalam mewujudkan Bangka Barat yang aman, rukun, dan sejahtera,” ucapnya.

Peringatan kali ini menghadirkan Mualim Rizal sebagai penceramah yang memberikan siraman rohani kepada para jamaah. Dalam tausiyahnya, Mualim Rizal mengupas tuntas hikmah di balik perintah sholat lima waktu yang diterima Nabi dalam Isra Mi’raj sebagai sarana komunikasi spiritual untuk meningkatkan kesabaran dan etika moral dalam kehidupan sehari-hari.

Jamaah yang hadir tampak antusias menyimak pesan-pesan religius yang disampaikan, yang diharapkan mampu menyegarkan pemahaman keagamaan masyarakat. Pemerintah Daerah pun memfasilitasi kegiatan ini dengan maksimal sebagai bentuk pelayanan spiritual agar masyarakat tetap memiliki landasan moral yang kuat di tengah derasnya arus modernisasi.

Di akhir acara, Bupati Markus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan tokoh masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan ini. Beliau menutup sambutannya dengan harapan agar doa-doa yang dipanjatkan dalam momen peringatan ini menjadi amal ibadah sekaligus memperkokoh tali silaturahmi antarwarga di seluruh Wilayah Kabupaten Bangka Barat.

(Penulis: M. Yaser Iqbal)

#Layanan
SHARE :
LINK TERKAIT